Rindu ku…

May 14th, 2008 by diditkuswanto

RINDU

Sayang…

Ijinkanlah aku mencium mu

Meski hanya sekedar harum tubuhmu

Ijinkanlah aku untuk menyentuhmu

Meski itu hanya sekedar bayanganmu

Jangan kau larang aku untuk mencintaimu

Meski dirimu tidak menghendaki

Jangan kau larang aku untuk ungkapkan sayangku

Rasa sayangku padamu utuh adanya

Sakit ini bagai tertusuk  ilalang

Pedih yang tak tertahankan

Sakit yang menyiksa batin

Andai saja aku bukan aku

Mudah bagiku untuk mengerti

Andai saja kamu bukan kamu

Mudah bagiku untuk melupakan

Sayang…

Berikan sedikit kesempatan diriku

Untuk sekedar mengenal rasa sayang

Untuk sedikit tahu bahwa kita saling merindu

SIapakan Aku Ini

April 23rd, 2008 by diditkuswanto

"Tidak jarang orang berpikir kenapa kita dilahirkan di muka bumi ini.

Tidak jarang kita merasa kenapa kita yang ada ditengah kemelut ini.

Tidak jarang diriku bertanya apa yang harus kulakukan sekarang ini."

putus asa, keraguan dan ketakutan selalu menemaniku dari pada rasa aman, keyakinan dan ketentraman. Semua itu kurasakan karena kesepian yang menderaku, ke pedihan hati karena ditinggal kan seseorang yang kusayangi….

Kenapa aku…

kenapa diriku yang terpilih untuk menghadapi semua ini, kenapa bukan orang lain yang lebih mampu untuk menerima cobaan yang berat ini.

Haruskah aku lari seperti dulu, lari mencari kesenangan yang semu.. lari dari tanggung jawab seorang yang diharapkan keberadaanya….

Lari bukan jalan yang terbaik bagi setiap makhluk….

kita ada dimuka bumi ini adalah mahluk pilihan, mahluk yang sudah lulus uji.

Dari sel sperma saja kita sudah berjuang untuk menemukan sel telur, berhari hari bahkan sampai berbulan belan. kenapa justru sudah menjadi manusia yang dapat berfikir kita malah lari…

manusia diciptakan untuk dapat mengatasi masalah bukan melupakan masalah….

Tuhan Ijinkan Aku Memilikinya

April 11th, 2008 by diditkuswanto

Kata memiliki hanya di peruntukkan oleh Sang Pencipta SWT. Dan kita manusia hanya dapat berusaha dan memohon untuk dapat sekedar menjaga apa yang dititipkan sang Pencipta. Tidak lebih, sesuatu itu pasti….

Maka Tuhan, Ijinkanlah kami untuk menjaga apa yang Engkau titipkan pada kami.

Rasa cinta yang Engkau titipkan pada kami akan kami jaga sampai kau mengambilnya kembali, namun sebelum itu ijinkan hambamu yang hina ini menjadi halal baginya…

Engkau Maha tahu dan Maha melihat…

Tunjukkan jalan yang benar bagi kami….

belum kering tanah ku….

March 19th, 2008 by diditkuswanto

Balum kering lidah ku berucap, kau sudah pergi dengan orang lain…..

apa yang kau pikirkan hingga tega melakukan itu cantiqu, kesalahan apa yang telah kulakukan hingga kau meninggalkanku. Kesalahanku hanya karena terlalu menyayangimu, apakah salah yang telah kulakukan itu…. Andai saja sayang ini dapat ku belah akan kubelah perasaanku padamu. Namun rasa sayang ku sepenuhnya hanya untuk mu, rasa sayang ku utuh. Jangan kau lakukan itu pada ku, Please… Tolong mengerti aku, aku juga manusia yang dapat merasakan sakit, yang dapat merasakan sedih, manusia yang dapat menangis untuk meratapi jarak yang memisahkan kita.

Sayang berikan sedikit waktu, hanya sedikit…. Aku kini telah berusaha untuk mencapai apa yang dulu pernah kita cita citakan. Aku mohon dirimu tetap menjaga hatiku yang telah kutitipkan padamu.

Dulu pernah terucap dari bibirku…

" sayang jika kelak ada seseorang yang lebih pantas untuk kau pilih, aku rela meninggalkan mu… "

kini maafkanlah aku yang pernah terucap kata itu, maafkanlah kesalahanku yang kini talah memaksamu untuk menjaga sayangmu  hanya untuk ku, egaois memang tapi…

aku sayang kamu….

jangan kau pergi… aku akan kembali menemuimu, aku akan datang… menjemputmu….

cinta kau seperti apa!…

March 14th, 2008 by diditkuswanto

"apakah cinta yang tulus itu? kemanakah perginya saat seseorang membutuhkan cinta nya?"

Disaat kita jalan berdua bergandengan tangan di taman hati, kau mengucapkan sayang.. kau katakan cinta. Setulus kelopak bunga mawar yang indah, merah merekah tak tersaingi bunga yang lain. seharum wewangian melati… tidak ada aroma keraguan saat jalan dengan mu hanya kebaikanmu yang terlihat, hanya rona senyummu yang tampak. kau bagaikan bidadari yang hadir untuk menemaniku…

Sayang jangan kau tinggalkan aku….

kata katamu sangat menyejukkan hati ku, seakan akan kamu tercipta untuk ku. Kau dihadirkan sang pencipta untuk menemaniku, untuk mendampingiku disaat suka maupun duka. Cinta yang kau berikan mampu meluhkan baja yang tak mampu bengkok, mampu menerjang kerasnya alam. mampu mengobati luka yang tak pernah sembuh…

Cinta, aku sayang kamu.. aku tak kan meninggalkanmu….

perasaanpun telah terpaut antara kau dan aku. semua kita jalani dengan kebahagiaan… kita saling mengertian dan saling mengingatkan. Bagaikan bunga dan kumbang. Dimanapun bunga berada kumbang akan mencoba untuk mencari.

ketika…..

cinta maaf aku gak bisa menemaimu saat ini…

apa yang terpikir dalam otak ku saat itu. kau tidak mengerti, kau tidak tahu akan perasaanku. kau menginginkan diriku selalu mengikuti kemana benang sarimu pergi, kau menginginkan ku untuk membayangi bayanganmu pergi. Aku tak bisa… aku punya alasannya…. adakalanya aku dapat mengikuti bayang mu, dan ada saatnya aku tak mampu mengejar bayangmu… meski itu hanya sebentar. mengertilah…

sayang, aku tak memintamu menemaniku setiap saat.. hanya kali ini.. hanya saat ini… aku ingin kau ada, aku ingin semua tau aku tlah ada yang memiliki… hanya itu yang ku ingin… aku ingin mengatakan pada semua keberadaanmu, aku bangga padamu…

tapi jalan kita telah bercabang, kita..

kita telah termakan perasaan, kita sama sama ketakutan untuk menghadapi apa yang akan terjadi esok… kau telah jauh dari hadapanku, tapi entah perasaan apa yang tersisa dalam diri ini.

Apa yang kau berikan selama ini sudah ku dapat, apa yang selama ini kucari sudah ku temukan…

kau telah memberi secercah harapan dan arti dari kayakinan, aku bisa merasakan itu… dan kini aku telah menemukan keihlasan. hanya keihlasan yang mampu membendung harapan dan keyakinan itu….

semua telah terjadi…..

kini kita hanya bisa menyimpan dan membuka di saat saat sendiri…

semua telah berakhir, entah jalan mana yang akan mempertemukan kita lagi….

rasa sayang yang dulu pernah ku ungkapkan sampai sekarang masih tetap sama seperti dulu, rasa itu akan tetap tersimpan…

simpanlah rasa sayang itu, jagalah keyakinan yang dulu pernah ada. suatu saat kau akan dapat membukanya kembali, di taman yang berbeda….

1428 H

December 19th, 2007 by diditkuswanto

Allahuakbar…. Allahuakbar…. Allahuakbar

Gema takbir Idul Adha berkumandang di Semesta raya. Semua mengumandangkan Takbir demi menyambut hari yang suci bagi umat islam…. Hari raya Kurban.

Mengenang kisah nabi Ibrahim As dengan Anaknya Nabi Ismail As, dengan ketaatannya Hanya kepada Allah yang rela mengorbankan anaknya demi ibadah kepada Nya.

Allah maha pengasih lagi maha penyayang….

Nabi Ibrahin yang seharusnya menyembelih putranya dengan kehendak Allah digantikannya Nabi Ismail dengan domba putih darai surga…

Sampai saat ini dan saat yang akan datang, kita melakukan sunah allah yang dengar kerelaan dan keihlasan mengorbankan hewan ternak ( kambing, domba atau pun sapi ) bukan anak.

Itu mengingatkan kita pada keihlasan, bahwa sesungguhnya semua itu milik Nya, yang kita miliki sekarang ini hanyalah titipan NYa…

Janganlah sombong dengan yang kita miliki sekarang, karena pada saatnya tiba semua itu tidaklah dapat menyelamatkan kita.. semua itu akan kita tinggalkan. Tidak ada satupun harta benda, Pangkat dan kekayaan yang kita bawa….

Hanya amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan Doa anak Sholeh yang dapat menemani kita di Hari akhir…

Allah maha pengasih lagi maha penyayang….

Inalillahi….

December 15th, 2007 by diditkuswanto

Selamat jalan kakek…

Semoga amal ibadah mu diterima disisih Nya. Amin

Rabu 12 Desember 2007

" Dengan penuh haru air mata kudatangi rumah yang berada di desa Bandung Kec. Prambon "

          Pagi itu adalah pagi yang mengharukan di rumah kami, saat semua orang pada tertidur saat semua mata masih tidur terlelap, mata seorang nenek yang selama ini masih mampu melihat dalam kegelapam malam, kini ata itu telah basah mengeluarkan banyak air mata. Kesadarannya telah pudar karena kenyataan yang harus diterimanya, kenyataan yang sangat menyakitkan. Bahwa seorang kakek meninggal dunia.

         Selama hampir seabad beliau selalu bersama, kini kesendirian yang datang mendampinginya. Entak kapan terakhir kali aku mengingat ketika masih sehat.. Dia mengayuh sepeda tua untuk keliling desa hanya mencari kesehatan, untuk mencari udara segar pedesaan. Selalu tersenyum meski sebenarnya tawa yang diberikan, namun Beliau tidak pernah tertawa.. hanya senyum yang menghiasi bibirnya… Beliau yang selalu menggoyangkan tangannya ketika mendengarkan alunan musik, yang selalu menyambut gembira ketika Cucu cucunya datang bersilaturahmi, meski hanya setahun sekali…

        Kini Dia telah pergi, takkan pernah lagi kutemui senyum indah di bibirnya, tak kan pernah kurasakan jabat rat tangan nya. Semua yag kau ceritakan sewaktu masih hidup akan kukenang selalu. Istirahatlah dengan tenang, semua yang ada di sini akan tetap mengingatmu….

Selamat malam kekasih

November 28th, 2007 by diditkuswanto

selama tiga hari ini dirimu sudah banyak meluangkan waktumu untuk ku. Dari mulai pagi sampai kau pulang dari belajar….

Semangatmu yang tinggi membuatku iri akan kepandaianmu, dikala tugas sudah banyak menumpuk kau usahakan untuk selesai dalam minggu ini… kau temani diriku yang sebenarnya ingin sedikit membantumu…

Selamat Ulang Tahun Untuk ku….

November 18th, 2007 by diditkuswanto

19.11.2007.. Genap sudah usiaku, yang kini sudah tidak lagi dikatakan remaja atau pun anak anak. masa masa untuk manja sudah seharusnya di sirnakan…

Banyak yang mengatakan kedewasaan tidak dilihat dari berapa jumlah umur yang telah digapai setelah ditentukannya waktu  kelahiran. Kedewasaan ditentukan dari bagaimana seseorang bisa mengatasi jalan hidupnya, tahu bagaimana menentukan baik buruk, jalan mana yang semestinya dilalui, mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan tidak.

Semasa kecil, dalam masa satu tahun saat inilah saat yang paling ku tunggu tunggu. Saat dimana banyak teman mengucapkan selamat dengan membawakan kotak besar, kecil yang entah berisi apa. Tapi itu pun sudah cukup membuat hati gembira. Sebuah kotak dibalas dengan sepotong roti, yang pada akhirnya bukan untuk dimakan melainkan untuk di usapkan pada muka yang berulang tahun. nakal, lucu, gembira dan bahagia.

tahun berganti tahun, waktu tidak pernah berhenti apa lagi berputar kembali… umur semakin berkurang jika yang dikakukan sekarang sama dengan tehun kemaren. dapatkah diriku menatap jauh kedepan… yang ada hanya penyesalan, kesedihan seduh sedan menagisi kebodohan diri yang dengan sadar dilakukan.

Setahun yang lalu, tepat pada saat ini seorang teman pernah mengirimi ku SMS

Hari kemarin adalah kenangan, Hari ini adalah kenyataan dan Hari esok adalah harapan….

sulitnya untuk dapat memenuhi harapan akan semakin sulit untuk dapat menjalani hari esok. yang selama ini ku impikan belum ada yang terpenuhi, meski satu persatu telah ku kunpulkan, namun masih jauh apa yang menjadi harapan ku…

Harapan bagi manusia adalah hal yang mendasar. Dengan harapan kita dapat menggapai cita cita setinggi tingginya, dengan harapan kita mampu melakukan yang mustahil dapat dilakukan.  Hari esok pasti akan datang, bermimpilah tentang apa yang ingin kau impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi. Karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal hal yang ingin kamu lakukan. Lakukan sekarang atau tidak akan pernah kamu lakukan sama sekali.

selamat ulang tahun untukku… semoga diriku bisa menjadi orang yang tangguh, dapat menjadi lebih tabah, dapat menjadi orang yang lebih menghargai waktu, lebih dapat bersyukur dengan apa yang dilakukan… tidak selalu melihat keatas untuk urusan duniawi…

Amin…

Laskar Pelangi,-

October 27th, 2007 by diditkuswanto

Penulis Andrea Hirata….

" Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

salah satu novel putra bangsa dari pedalaman Belitong Pulau Bangka. Menceritakan kisah sekolah yang hampir tutup karena jumlah siswanya tidak sampai 10 orang.

Meski memiliki jumlah yang minim, dengan 10 org sekolah tersebut mampu mangalahkan 100 sekolah lainnya. Disana memiliki 2 orang jenius.

Lintang… Dia anak seorang nelayan, yang memiliki kemauan keras untuk duduk dibangku sekolah. 40 km ditempuh dengan bersepedah. dan hampir tidak parnah terlambat. Dia memiliki ke jeniusan yang alami… Teman temanya mulai belajar meng hitung dia sudah dapat mengalikan serta meng integralkan. Kecerdasannya dapat dibanggakan teman temannya dan lagi tidak pernah ada kepuasan dalam mencari ilmu.

Mahar… Dia memiliki tecerdasan dalam bidang seni.

Suatu keseimbangan yang unik dalam satu kelas pelosok memiliki 2 orang yang dapat membanggakan sekolah….

Namun nasib berjalan lain… jalan hidup telah ditentukan ketika kita melangkah, Kejeniusan Lintang dan Mahar tidak kampak sampai kepermukaan.

Lintang yang dengan kejeniusannya, yang seharusnya bisa menjadi A. einstain justru manjadi kuli angkut di Perusahaan Timah Di P. Bangka.